Monday, October 3, 2016

Teks Anekdot

Teks Anekdot
Contoh teks anekdot, ciri-ciri dan struktur lengkap | Inilah contoh teks anekdot yang paling banyak dicari dan digunakan oleh orang untuk membuat teks anekdot. Tentunya teks anekdot mesti dibuat semenarik mungkin dan selucu mungkin. Teks anekdot adalah suatu pemaparan mengenai sebuah cerita pendek atau singkat yang dibuat dengan menarik yang dapat menjelaskan atau menggambarkan suatu kejadian atau orang yang sebenarnya. Pengertian teks anekdot adalah suatu cerita singkat yang memiliki unsur lucu, akan tetapi memiliki kandungan dengan maksud untuk melakukan kritikan. Biasanya kritikan dalam teks anekdot semisal pada layanan publik di bidang hukum, politik, lingkungan dan sosial.
Contoh teks anekdot yang akan disajikan nantinya memiliki ciri-ciri teks anekdot tersendiri yang bisa menunjang apakah contoh teks anekdot tersebut merupakan teks anekdot yang asli. Nah, agar dapat mengetahui setiap contoh teks anekdot sudah sesuai dengan apa yang diinginkan maka berikut terdapat ciri-ciri teks anekdot yaitu:
Ciri-Ciri Teks Anekdot:

    Ciri-ciri teks anekdot mesti dekat dengan perumpamaan seperti sebuah dongeng
    Ciri-ciri teks anekdot menampikan suatu karakter hewan dan figur seorang manusia pada umumnya dan seringkali berkaitan dengan kenyataan, walaupun perumpamaan dan anekdot tentunya mesti berbeda dalam kekhususan dari sejarah mereka.
    Ciri-ciri teks anekdot memiliki sifat lelucon atau humor
    Ciri-ciri teks anekdot memiliki sifat dapat menggelitikCiri-ciri teks anekdot bersifat menyindir.
    Ciri-ciri teks anekdot berkaitan dengan orang penting
    Ciri-ciri teks anekdot bertujuan pada hal tertentu semisal untuk mengkritik.

Struktur Teks Anekdot
Adapun struktur teks anekdot yang mesti diketahui yaitu sebagai berikut:
1. Memiliki Abstraksi, Abstraksi adalah suatu bagian awal dari paragraf yang memiliki fungsi untuk dapat memberikan suatu gambaran yang sangat jelas mengenai isi teks anekdot tersebut.
2. Memiliki orientasi. Orientasi adalah suatu kondisi dimana kejadian berawal.
3. Memiliki event. Event adalah untuk menceritakan suatu rangkaian peristiwa atau kejadian
4. Memiliki krisis. Permasalahan yang utama terdapat dalam teks anekdot atau memunculkan masalah.
5. Memiliki reaksi. Memunculkan reaksi untuk dapat menyelesaikan masalah yang timbul dalam krisis.
6. Re-Orientasi. Terdapat pada bagian akhir dari teks anekdot.
Kaidah Teks Anekdot

    Teks anekdot menggunakan waktu lampau, adapun contohnya yaitu saya tidak bisa tidur sampai semalaman
    Teks anekdot menggunakan pernyataan rotoris, adapun contohnya yaitu apakah dia tahu?
    Teks anekdot menggunakan kata penghubung atau konjungsi, adapun contohnya yaitu: lalu, setelah itu, kemudian dan lain-lain
    Teks anekdot menggunakan kata kerja, adapun contohnya: pergi, duduk, dan berdiri.
    Teks anekdot menggunakan kalimat perintah, adapun contohnya yaitu buanglah, ambillah dan lain-lain
    Teks anekdot menggunakan kalimat seru.

Tujuan teks anekdot”

    Untuk dapat membangkitkan tawa
    Untuk dapat membuat orang terhibur
    Untuk dapat menggambarkan suatu karakter atau sikap dengan ringan dan singkat sehingga ia dapat terhentak dalam sebuah kilasan permohonon yang mengarah langsung pada intinya.

Contoh Teks Anekdot
Adapun contoh teks anekdot yang baik adalah sebagai berikut:
Contoh teks anekdot lucu, ciri-ciri dan struktur lengkap
contoh teks anekdot
Contoh Teks Anekdot: Stek Tumbuhan

Di ruang perpustakaan pribadinya Gus Dur, sedang terjadi diskusi yang sangat serius antara Gusdur kepada salah seorang anaknya yang ingin sekali jadi anggota LKIR.
Gus Dur: "Memangnya apa yang dapat kamu sumbangkan nak untuk LKIR sekolahmu"
Anak: "Sebuah Penemuan dari hasil Penelitian yang saya lakukan sendiri pak"
Gus Dur: "Apa itu?"
Anak: "Penggabungan (stek) antara tiga jenis tumbuhan yang tentunya sangat berlainan dengan spesiesnya lainnya. Dan ternyata itu berhasil".
Gus Dur:"Apa tiga jenis tumbuhan tersebut..?"
Anak: "Kelapa, Singkong dan Tebu"
Gusdur:(terdiam, sepertinya tidak bisa percaya) "Lalu apa yang terjadi dengan gaungan ketiga tumbuhan itu?"
ANak: "Jadi Gethuk pak"
Contoh Teks anekdot: Sabar Mas
Kepada seseorang yang bernama Said, Gus Dur pernah bercerita tentang kesabaran bahwa telah dikisahkan seorang pemuda yang sangat gagah dan kuat sedang berusaha untuk memecahkan batu besar. Dia mencoba untuk melakukan 50 pukulan tapi batu tidak kunjung pecah, dia coba lagi sampai 70 sampai 100 pukulan tapi ternyata tidak pecah juga. Kemudian seorang kakek yang sudah tua renta, akhirnya memukul batu tersebut sebanyak lima kali, eh ternyata langsung pecah.
Sipemuda akhirnya bingung, pikirannya bahwa kakek itu begitu sakti. Lalu kakek itu bilang, batu itu akan bisa pecak kalau sudah dipukul sebanyak 105 pukulan.

Contoh teks anekdot: Berdoa sebelum makan.

Ada seorang pastor sedang melihat seekor harimau, kemudian langsung saja menembaknya, disaat ia sedang menarik pelatuk senapannya, dan ia pun akhirnya menembaki harimau tersebut..
"dor..dor..dir"
Ternyata tembakannya akhirnya meleset. Dan... Harimau pun berbalik mengejar, dan pastor itu langsung lari tunggang langging. Akan tetapi, sialnya.. dihadapan sang pastor menemui sebuah jurang yang sangatlah dalam. Dia pun berhenti, dan pasrah. Harimau kemudian mendekatinya secara perlahan untuk menerkam.
Jantung pastor itupun semakin berdegup kencang, dia mengatupkan tangannya seraya menutup mata dan berdoa.
Dia berdoa sangat lama sekali, sampai-sampai sang pastor heran karena ternyata dia masih hidup. Dia pun menoleh ke sampingnya. Dia melihat harimau tersebut sedang duduk terdiam di samping dia, sambil mengatupkan kedua kaki depannya, juga seperti sedang berdoa.
Sang Pastor lalu bertanya kepada harimau, "Kenapa kamu tidak menerkam saya, malahan ikut-ikutan untuk berdoa?"
Jawab harimau "Ya saya sedang berdoa saat ini, berdoa sebelum makan kamu!".

Contoh teks anekdot: Dikibuli

Gus Dur rutin tidur pada setiap malam di pukul 01:00. Disaat memberikan pertanyaan kepada pengawalnya atau keluargannya, "Jam berapa sekarang?" dan jawabnya belum sampai waktu yang telah ditentukan itu maka dia tidak akan tidur.
demi menjaga kesehatan gusdur supaya tidak tidur terlalu larut malam maka pihak keluarga berkomplot "Jika Gus Dur bertanya jam berapa, kita bilang sudah jam satu." dan Gus Dur pun pergi beranjak tidur.
Hal tersebut berlangsung selama beberapa kali, akhirnya gusdur sadar, bahwa selama ini dikibulin.
Nah, tanpa sepengetahuan dari keluarga, gus dur pun membeli sebuah jam tangan yang kalau dipencet maka akan berbunyi.
Pada suatu malam, di pukul 11 malam Gus Dur pun bertanya, "Sudah jam berapa sekarang" Semuanya kompak menjawab. "Jam satu Gus!" Sambil dia tersenyum, lalu gusdur memencet jam tangannya dan mendengar kata jam tangannya "Sekarang jam 11 malam"
Contoh teks anekdot: Cuma takut tiga roda
Suatu hhari, ketika gus dur sedang menjabat menjadi Presiden RI, ada sebuah pembicaraan serius mengenai topik yang lagi hangat di Indonesia mengenai wabah demam berdarah yang saat itu melanda kota jakarta. Gus dur kemudian ditanyai, Pak.. kenapa demam berdarah sekarang ini semakin marak di Jakarta?? tanya dari seorang menteri.
"Ya itu karena Gubernur DKI jakarta, Sutiyoso melarang becak, bemo dan sebentar melarang bajaj untuk beroperasi di Jakarta. Padahal kan nyamuk sini itu cuma takut dengan tiga roda...!"
Contoh teks anekdot: Menyengsarakan Anggota DPR
Pada suatu hari di negeri yang antah berantah, muncullah kebijakan baru yang belum pernah di terapkan sebelum di negara yang lainnya.
Kebijakan itu yaitu, setiap orang memiliki status wakil akan dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden akan menjadi presiden, wakil direktur akan dinaikkan menjadi Direktur, wakil komandan akan dinaikkan menjadi komandan, wakil gubernur akan dinaikkan menjadi gubernur, dan wakil RT akan dinaikkan menjadi ketua RT. dan Begitupun seterusnya...
Yang terpenting didalam program tersebut tidak ada sebuah penggusuran posisi. Perkaranya ada di posisi ganda, itu dapat diatur di pembagian tugasnya.
Untuk masalah pembengkakan anggaran, semuanya akan ditanggung oleh negara. Setelah mantap dengan rencana tersebut, maka diajukanlah program ini kepada DPR untuk bisa memperoleh persetujuan mereka. Akhirnya ternyata mereka kemudian menolak.
Betul-betul sangat menolak dengan keras. Bahkan ditolak secara mentah-mentah. Pasalnya program tersebut sangat menyengsarakan anggota DPR. coba bayangkan saja, mereka semua akan berubah status yang dari wakil rakyat akan menjadi rakyat.

Contoh teks anekdot: Nyebut bang

Seorang kondektur dari bus Sumatera utara sedang bergelantungan pada pintu bus. Di saat bus sedang melaju dengna kencangnya, ternyata sopir bus tidak sadar bahwa sang kondektur sedang terjatuh karena kesenggol bus yang lainnya. Sang kondektur pun akhirnya jatuh tersungkur. Kepalanya langsung terbentur di jalan dan retak. Napasnya sudah senin kemis terputus-putus.
Disaat itulah datang seorang betawi yang datang mencoba untuk menolong kondektur yang telah sekarat tersebut. "Bang nyebut bang, nyebutt" Katanya sambil dia mendekatkan mulutnya mengarah ke telinga kanan sang kondektur iut.
Maksud dari orang betawi itu agar kondektur yang sudah sekarat itu bisa menyebut kalimat syahadat la ilaha ilallah, sebelum dia meninggal. Tapi karena kondekturnya bukan orang islam, dia pun mengaitkan permintaan nyebut tadi dengan apa yang menjadi profesinya.
Maka sesaat sebelum dia menghembuskan nafas terakhir maka sang kondektur tersebut sempat menyebut "Blo..M- Depo...Blo..M-Depo.."

Contoh teks anekdot: Teks pidato yang membuat keseleo

Pada suatu ketika saya pernah diajak oleh seorang pejabat untuk bersafari di Jawa Timur, antara lain dalam rangka mempromosikan hasil-hasil pembangunan. Saya diajak karena disamping sudah tugas saya, barangkali juga nanitnya diharapkan dapat membantu safari tersebut. Maklumlah, saya seorang petugas humas yang diduga mampu mendekati para kiai.
Karena program itu cukup penting dan memelukan persiapan yang mantap amak seorang konsultan public relation (PR) sengaja disewa. Disamping karena sang konsultan juga lebih dianggap ketimbang humas, maklum humas kan gajinya kecil dan adanya di instansi pemerintah, sementara PR gajinya jauh... jauh lebih banyak, karena adanya di swasta. Itulah bedanya humas dengan PR dalam banyolan antarprofesi kehumasan. Ya, saya harus menyadari itu.
Untungnya, sang konsultan itu cukup akomodatif dan dapat bekerja sama. Konsep pidato sang pejabat juga sudah disiapkan sedemikian rupa dengan mencantumkan banyak istilah-istilah keagamaan seperti hablun minallah, hablun minannas, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyya, dan ukhuwah basyariyyah. Saya agak khawatir, kalau-kalau tersandung dengan istilah-istilah ini. Saya juga akan ikut bertanggung jawab, karena yang malu nantinya kan kita semua.
Saya pikir, sang konsultan sudah mengantisipasi hal tersebut karena dia memang memiliki pengalaman dan kemampuan Keislaman yang lebih baik daripada saya. Saya sempat mengecek apakah bos sudah coba melafalkannya atau belum, walaupun sudah tertulis dalam bahasa tulisan latin. Karena menurut saya, istilah-istilah itu perlu juga dicoba untuk dilafalkan.
Namun rupanya masukan saya tidak ada yang nggubri. Ya.. Silakan saja. Akhirnya perjalanan dari “Kota Santri” diteruskan dengan pertemuan bersama para guru ngaji pondok pesantren lain, dan si bos harus berpidato dengan teks yang sudah disiapkannya itu.
Ternyata apa yang saya khawatirkan benar-benar terjadi. Begitu dia berpidato sampai pada istilah-istilah itu, bacaannya menjadi tersendat-sendat, keseleo, dan sangat tidak lancar. Masya Allah, saya malu dan merasa berdosa. Karena yang hadir adalah seluruh guru ngaji dan para pejabat tinggi dari Jakarta yang secara fungsional memimpin para guru ngaji se Indonesia. Telinga mereka pasti sangat sensitif atas kekeliruan bacaan itu. Maklum tugas sehari-hari mereka menuntun orang belajar membaca AL-Quran

Contoh teks anekdot: Bis... yang bisa masuk Mushala

Anak saya yang kelas II SD menanyakan sebuah tebak-tebakan kepada saya. Entah dari mana kuis itu dia peroleh, mungkin dari temannya atau dari pak Gurunya disekolah.
Katanya: “Pah, bis... apa yang bisa masuk ke telinga?”
“Bisul,” jawab saya.
“Oh, ya betul sekali, Pah. Terus bis... apa yang bisa masuk mushala?”
Baru sejenak saya berpikir dan belum sempat menjawab, anak saya sudah menjawabnya sendiri
“Bismillah dong, Pah!”
“Oh, iya kamu pinter,” kata saya memuji.
Contoh teks anekdot: Masa Allah itu Maksudnya “Masya Allah”

Disela-sela obrolan teman-teman di kampus, terdengar ceramah pengajian dari masjid, maklum menggunakan pengeras suara. Padahal jarak rariungan (kerumunan) kami relatif agak jauh dari lokasi masjid. Terdengar ustad berkata: “siapa yang punya masalah, ya sebaiknya diselesaikan dulu, agar hati kita ini tenang. Dalam menjalankan ibadah juga harus dihindari masalah-masalah kecil yang dapat merusak hati untuk menuju pada keikhlasan kita dalam menghambakan diri kepada Rabb al- Alamin.
“Daripada kita punya banyak masalah lebih baik kita punya sedikit masa alah” kata teman Nasrani menimpali suara ustadz lewat pengeras suara di masjid itu.
Karena penasaran, saya bertanya kepadanya dalam kerumunan itu: “Apa sih bedanya antara masalah dengan masa-alah?”
Dia menjawab: “Masalah itu problema dan masa-alah itu pujian yang sering diucapkan orang Islam kepada Tuhan jika menjumpai kekaguman terhadap sesuatu.”
Oh maksudnya “Masya Allah” to!
Contoh teks anekdot: Astaga, Astagafirullah, atau Astaghfirullah?
Astaghfirullah adalah ucapan zikir mohon ampunan kepada Allah. Astaghfiruallah berbeda dengan astaga, karena ketika astaga diucapkan sepertinya tidak bermakna apa-apa, pun sama sekali tidak ada kaitannya dengan zikir mengingat kepada Allah. Namun ada juga yang mengucapkannya dengan astagafirullah (perpaduan antara astaga dan astagh-firullah).
Pernah suatu ketika, astagfirullah diucapkan oleh seorang teman pada saat “sakaratul maut”. Untung ada yang menuntunnya dengan sabar: “Jangan astagafirullah, cukup astaghfirullah. Yuk sekali lagi astaghfirullahalzaim”
Setelah ucapannya benar, Malaikat maut pun menjemput nyawanya. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Berzikir dengan bacaan astaghfirullah bertujuan agar kita ingat kepada Allah. Tapi silahkan saja jika mau membacanya dengan astagafirullah, wong tanggung jawabnya masing-masing, kok repot.
“Cuman kalau astaganya tak sampai tujuan ya jangan salahkan saya,” kata seorang ustadz yang panda menyentil dengan sindiran atau lelucon kecil dalam salah satu ceramah.
Contoh teks anekdot: Dikira Ustadzah dibius hingga siuman membaca Shalawat
Seorang ibu, teman akrab istri saya mendapatkan musibah keguguran kandungan di bulan Puasa. Tanpa mengabarkan sakitnya, rupanya dia berangkat sendiri ke rumah sakit. Begitu mendengar berita tentang musibah itu, istri saya jadi marah.
Rupanya dia sudah tidak lagi menganggap saya sebagai mbakyunya” katanya.
Maklumlah, hubungan antara istri saya dengan temannya itu sangat akrab, sohib bahkan seperti saudara. Apalagi mereka sama-sama aktif dalam perkumpulan majelis taklim
“Kalau merasa saudara mestinya dia kabari saya. Paling tidak, saya kan bisa bantu mengantar dia kerumah sakit,” kata istri saya sambil bersungut-sungut.
“Mungkin dia bermaksud agar tidak merepotkan kepada siapapun”, kata saya.
Meskipun demikian, akhirnya istri saya menengok temannya itu, tidak dirumah sakit memang, karena kabarnya dia sudah pulang kerumah.
Usai keduanya bertemu, teman istri saya bercerita tentang pengalamannya di rumah sakit. Sewaktu dia dibius untuk dibersihkan kandungannya, dokter berpesan:”Bu, coba bayangkan enak-enak, kalau perlu sorga, mumpung masih bulan ramadhan.”
Saking aktifnya dia di majelis taklim, selama proses pembiusan sampai siuman, dengan suara keras bagaikan di mushala, dilantunkannya Shalawat Badriyah: Shalatullah, salamulah... dan seterusnya, juga takbir hari raya: Allahu Akbar.. sampai selesai. Mungkin dia membayangkan “Shalawat” dan lebaran.
Tiba-tiba dia siuman. “saya berada dimana, kok dengan asyik melantukan shalawat dan takbir,” gumamnya dalam hati. Dilihatnya ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah. Tampak olehnya gordijn kamar yang berwarna biru. “Eeh.. dirumah sakit” pikirnya tersadar. Lantas dia tertawa.
“Mungkin oleh dokter dan para perawat saya dikira ustadzah kali ya... padahal okem..”katanya lagi kepada istri saya sembari tertawa geli.

Contoh teks anekdot: Jika ingin selamat perbanyak shalawat

Ada spanduk Idul Fitri 1 Syawal 1426 H yang dipampang di perempatan jalan di sekitar wilayah Jawa Tengah yang menarik pemudik untuk membacanya. Spanduk itu bertuliskan: jika ingin selamat perbanyak shalawat.
“Emangnya keselamatan penumpang bisa dijamin kala kita baca shalawat pak?” celetuk anak saya.
Mungkin saja. Tapi ada benarnya juga lho. Sewaktu kami mudik ke Yogyakarta berkendaraan, kami menikmati nyanyian shalawat Haddad Alwi; album Cinta Rasul. Alhamdulillah, kami tidak merasakan lapar dan haus sehingga tidak membuat kami putus puasa. Hati juga terasa bahagia sehingga cukup membuat saya lebih berkonsentrasi dalam mengemudikan kendaraan.
Padahal kalau mau, kami kan bisa juga memanfaatkan dispensasi sebagai musafir untuk tidak berpuasa. Namun kami sekeluarga sepakat untuk tidak memanfaatkan dispensasi dari Allah itu.
Kami pun kemudian sampai ditempat tujuan dengan selamat berkat shalawat yang dilantunkan – kadang-kadang kami menyanyi dengan koor bersama. Alhamdulillah, kendaraan kami juga tidak mengalami kemacetan. Sehingga bukan hanya selamat dari putusnya berpuasa Ramadhan, melainkan juga selamat dalam perjalanan. Rupanya memang benar, shalawat membawa selamat.

Contoh teks anekdot: 100 hari Bu Tien Soeharto dan Buku Yasin Lux dan Berkat

Saya diajak bos untuk mengikuti tahlilan 100 hari ibu Tien Soeharto, pada sekitar awal Agustus 1996. Acara itu diawali dengan pengajian atau ceramah Dr. Quraish Shihab, dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh orang lain. Buku tahlilnya cukup lux berwarna kuning keemasan. Apakah ada hubungannya dengan Golkar...? saya tidak tahu.
Buku tahlil yang keren itu sering kali juga saya bawa tatkala diundang tahlil ditempat lain. Menariknya, dalam buku itu sesuatu yang bermakna Allah, ilah, lillah, rabb dan seterusnya ditandai secara khusus dengan tulisan berwarna emas. Tulisannya yang jelas dan kerta yang glossy itu juga membantu memudahkan para pembacanya.
Saat kami berpamitan pulang dari tahlilan itu. Pak Harto menyalami tamu (dengan dua tangan) tidak seperti biasanya dalam acara formal. Pada setiap acara di Istana, yang berkesempatan bersalaman dengan Presiden biasanya hanya dnegan satu tangan kanan dan bagi yang menginginkannya boleh juga dicium. Saat dirumahnya (di Cendana) itu, Pak Harto mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan untuk mendoakan ibu Tien.
Kami juga membawa bingkisan berupa berkat yang berisi nasi dan macam-macam makanan lainnya dalam satu rantang besar. Karena besarnya bingkisan itu akhirnya bos saya yang biasanya selalu di bantu oleh para petugas protokol, kali ini dia membawa sendiri bingkisannya. Dalam hati mungkin dia bergumam: “Tak apalah dibawa sendiri, wong bingkisan dari cendana kok”
Maaf saja bos, saya tidak dapat membantu wong saya dan yang lainnya juga harus membawa bingkisan kita masing-masing. Sesekali dong bos, masak dilayani melulu.

Contoh teks anekdot: Kirim Hadiah Fatihah untuk sunan Gunung jati

Budaya kirim hadiah Ummul Quran al Fatihah untuk arwah leluhur dalam tahlilan dan baca rawi merupakan budaya yang masih berlangsung di masyarakat pedesaan. Walaupun secara pribadi sekarang saya tidak pernah mempraktikan tahlilan, namun karena alasan humas, saya hadir juga tiap kali ada undangan, bahkan sesekali terpaksa harus memimpin prosesi tahlilan. Untung saja, semasa kecil di cirebon saya pernah belajar tahlil dan masih suka juga dengan alunan merdunya marhaban ya nur al aini dalam kita Al-Barzanji.
Pernah dalam suatu tahlil 40 hari wafatnya tetangga di kampung (didaerah bogor), saya hadir sebagai undangan. Seseorang yang memimpin tahlil diundang secara khusus. Tetangga saya itu tidak lagi memakai dan percaya kepada saya karena sudah diduga bukan ahli tahlil. Apa boleh buat.
Sang ustadz yang diundang itu kemudian memulai tahlil dengan bacaan-bacaan hadiah al-Fatihah. Mulai dari nabi, sahabat nabi, syaikh Abdul Qadir al Jailani, para wali, khususnya Syarif Hidayatullah atau Sunan gunung jati dan Ki Kuwu Crebon (pangeran Cakrabuana)
Sesuai tahlilan saya jadi penasaran bertanya kepada ustadz: “Tadz, saya asli Cirebon, jadi buat saya sih tidak ada masalah siapa-siapa saja yang tadi dihadiahi al-Fatihah. Tapi kita ini kan tinggal di Bogor, mungkin disini ada juga penguasa atau pemimpin spritual daerah yang dulu pernah disegani dan patut dihadiahi al-Fatihah ketimbang Ki Kuwu Crebon.
“Maaf saja ya Pak” Jawab sang ustad, “saya belajar tahlil memang dari sana”
“Oo.. pantas”, kata saya dalam hati.

Contoh teks eksposisi pendidikan : Sekolah bertaraf Internasional

Pada suatu hari, di sekolah negeri yang antah berantah, seorang guru dapat memberi tahu kepada murid-muridnya bahwa sekolah mereka nantinya akan menjadi Sekolah SBI.
Guru: “Anak-anak ada kabar gembira untuk kalian semua, sekolah kita ternyata sebentar lagi akan menjadi sebuah sekolah SBI atau sekolah bertaraf Internasional. Nah, untuk bisa menyambut hal ini, saya mau bertanya apa yang kalian siapkan?, Joni.. apa yang akan kamu siapkan untuk menyambut ini?”
Joni: “Belajar bahasa inggris supaya lebih mahir dalam berbicara bahasa inggris nantinya.
Guru: “Bagus sekali, nah kamu Jono??
Jono : “Mesti siap uang, karena bayarannya lebih mahal. Masa SBI bayarannya sama dengan sekolah biasa? Udah gitu, tentunya nanti akan dimintai iuran untuk ini dan itu.”
Guru: “Jawabanmu kok sangat sinis sekali? Begini lo, jika sekolah kita sudah bertaraf internasional maka itu berarti sekolah kita itu sudah setara dengan sekolah yang ada di luar negeri. Jadi, kalian sama dengan sekolah di luar negeri.”
Jono: “Tapi pak, kalau menurut saya, SBI itu sebenarnya bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi sekolah bertarif Internasional”
Akhirnya guru itu langsung kebingungan untuk membalas kata-kata dari Jono dan langsung membahas mengenai materi pelajaran. Sebagai info tambaha, sekolah Bertaraf internasional atau SBI sekarang telah dibubarkan oleh MK
.
Contoh teks anekdot: sarang laba-laba

Pada saat dosen sedang memberi kuliah Sosiologi Hukum maka bertanyalah ia terhadap mahasiswa yang bernama Rina
Dosen: saudari rina, coba anda utarakan denga ringkas tentang kondisi penegakan hukum yang ada dinegara kita tercinta ini.
Rina: Bagaikan seperti sarang-sarang laba pak!! Jawab dengan tegas.
Dosen : Mkasudnya Rina??
Rina : Kalau kelas kumbang wah jebol pak, sedangkan kalau kelas nyamuk akan segera tertangkap dan tidak bisa berkutik pak.
Dosen : Kalau kelas gagak?
Rina : Tidak tahu pak!!!

Contoh teks anekdot: BBM atau BBM

Sama dengan biasanya pagi hari Pak Mansur dan Pak Sahlan sedang asyik melihat berita yang lagi panas di televisi. Mereka tengah mononton berdua di lokasi warteg untuk ngumpul seperti biasanya, dan akhirnya terjadilah percakapan diantara keduanya. "eh Lan, sekarang ini, katanya BBM akan betul-betul dinaikkannya yah? kata Pak Mansur. "Iya si.. tetapi sekarang ko' kenapa yah masih banyak yang menggunakan BBM itu?, sampai-sampai anak saya pun juga ngebet banget ingin dibelikan BBM, yah katanya lagi diskon. Kata Pak Sahlan. "Emang presiden ingin ngasih diskon BBM ya? Lha wong yang dimaksud anak kamu lan itu diskon BBM atau Blackberry messenger, parah benar ini bapak Sahlan".

Contoh teks anekdot: Guru dengan muridnya kelas 1

Murid AA: "Bu guru' kata bagus satu tambah satu itu sebelas ya bu"
Guru : "salah nak, yang betul itu dua". sambil dia menjelaskan lagi kepada si Andi
Andi : "Salah ibu guru, sini saya buktikan ya", (Andi maju dan menulis pada papan dengan menulis angka 11)" sebelas kan ibu guru?"
Guru : "Parah, dasar kalian anak kecil sudah diberitahu tetap saja ngeyel, gimana kalo besar nanti?
Contoh teks anekdot: KUHP
Seorang dosen yang ada di Fakultas Hukum sedang memberikan kuliah hukum pidana, ketika itu ada tiba sesi tanya jawab, si Ali bertanya kepada pak Dosen, apa kepanjangan dari KUHP pak..? Lalu pak dosen tak menjawab sendiri melainkan diserahkan kepada si Ahmad untuk menjawab. 'Saudara Ahmad, coba saya dibantu dalam menjawab pertanyaan dari Ali', Pinta dari pak dosen. Kemudian, dengan tegasnya si Ahmad memberikan jawaban, 'Kasih Uang Habis Perkara pak...!!!!', tegas ahmad. Mahasiswa lain akhirnya ketawa, tapi pak dosen hanya bisa geleng-geleng kepala.
Contoh teks anekdot: Bikin Undang-Undang.
Budi datang berkunjung di sepupunya Alam, ia berada disebuah kota. Pada pagi hari yang lengang, Budi diajak untuk mencari sarapan, mereka pun berdua akhirnya naik mobil, tentu ALam yang menyetir mobil. PAda perempatan jalan, waduh.., lampu merah sedang menyala, tetapi ALam jalan terus, akhirnya Budi menegur sepupunya itu.
Budi : lampu merah, kenapa kamu terus jalan?
Alam : Alah.. tenang saja kok, di negara ini saya bisa bikin Undang-undang kok.. santai saja.
Budi : Bagaimana mungkin? Saya kira undang-undang itu dibuat oleh DPR dan pemerintah.
Alam : (Pinggirkan mobilnya)
Budi : Kenapa meminggir Alam?
Alam : Mau jawab pertanyaan mu itu Bud..
Budi : Kenapa harus meminggir Alam??
ALam : (akhirnya mobil dihentikan dan dirogohnya saku celana, lalu dompet yang tebal itu dibuka dan ditaruh dihadapan Budi seraya berkata): Ini jawabannya Budi...!! Sambil menancap gas full
Budi : Ohh...!!
Berdasarkan contoh teks anekdot diatas maka kita bisa membuat sendiri teks anekdot dengan sendiri. Selanjutnya nanti akan dibahas contoh teks anekdot pendidikan dan contoh teks layanan publik.

Saturday, October 1, 2016

Teks Eksposisi (Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, Struktur)

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog insan edukasi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Teks Eksposisi meliputi Pengertian Teks Eksposisi, Tujuan, Ciri-ciri & Struktur Teks Eksposisi, Jenis-Jenis / Macam-macam Teks Eksposisi, dan Contoh Teks Eksposisi beserta strukturnya. Silakan disimak selengkapnya....

Pengertian Teks Eksposisi 

Pengertian teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. 
Tujuan Teks Eksposisi
 
Tujuan teks eksposisi adalah untuk memaparkan atau menjelaskan infomasi-informasi tertentu sehingga pengetahuan para pembaca bertambah.
 
Ciri-Ciri Teks Eksposisi 
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan 
  • Gaya informasi yang mengajak 
  • Penyampaian secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku 
  • Tidak memihak artinya tidak memaksakan kemauan penulis terhadap pembaca 
  • Fakta dibakai sebagai alat kontribusi dan alat kontritasi 
Struktur Teks Eksposisi
  • Tesis (Pembukaan)
  • Argumentasi (Isi)
  • Penegasan Ulang (Penegasan ulang)
Jenis / Macam-macam Teks Eksposisi


Ada beberapa jenis paragraf eksposisi:
  1. Teks Eksposisi berita, berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar
  2. Teks Eksposisi ilustrasi, pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.”
  3. Teks Eksposisi proses, sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
  4. Teks Eksposisi perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
  5. Teks Eksposisi pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”
  6. Teks Eksposisi definisi, batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.
  7. Teks Eksposisi analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
  8. Teks Eksposisi klasifikasi, membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori
Contoh Teks Eksposisi beserta strukturnya

Contoh Teks Eksposisi (1)
 
Kemacetan dan Masa Depan Kota
By: Novi Ermawati    
 
Tesis :
Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
 
Argumentasi :           
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.

Penegasan Ulang :
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.

Contoh Teks Eksposisi (2)
Ekonomi Indonesia    
By : Aditama

Tesis :     
    
Ekonomi rakyat adalah “kegiatan ekonomi rakyat banyak” . Jika dikaitkan dengan kegiatan pertanian, maka yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi rakyat adalah kegiatan ekonomi petani atau peternak atau nelayan kecil, petani gurem, petani tanpa tanah, nelayan tanpa perahu, dan sejenisnya; dan bukan perkebunan atau peternak besar atau MNC pertanian, dan sejenisnya.

Argumentasi :
Perspektif lain dari ekonomi rakyat dapat pula dilihat dengan menggunakan perspektif jargon: “ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. 
 
“Dari rakyat”, berarti kegiatan ekonomi itu berkaitan dengan penguasaan rakyat dan aksesibilitas rakyat terhadap sumberdaya ekonomi. Rakyat menguasai dan memiliki hak atas sumberdaya untuk mendukung kegiatan produktif dan konsumtifnya.

“Oleh rakyat”, berarti proses produksi dan konsumsi dilakukan dan diputuskan oleh rakyat. Rakyat memiliki hak atas pengelolaan proses produktif dan konsumtif tersebut. Berkaitan dengan sumberdaya (produktif dan konsumtif), rakyat memiliki alternatif untuk memilih dan menentukan sistem pemanfaatan, seperti berapa banyak jumlah yang harus dimanfaatkan, siapa yang memanfaatkan, bagaimana proses pemanfaatannya, bagaimana menjaga kelestarian bagi proses pemanfaatan berikutnya, dan sebagainya.

“Untuk rakyat”, berarti rakyat banyak merupakan ‘beneficiaries utama dari setiap kegiatan produksi dan konsumsi. Rakyat menerima manfaat, dan indikator kemantaatan paling utama adalah kepentingan rakyat.

Penegasan Ulang :      
Dalam hal ini perlu pula dikemukakan bahwa ekonomi rakyat dapat berkaitan “dengan siapa saja”, dalam arti kegiatan transaksi dapat dilakukan juga dengan “non-ekonomi-rakyat”. Juga tidak ada pembatasan mengenai besaran, jenis produk, sifat usaha, permodalan, dan sebagainya. Ekonomi rakyat tidak eksklusif tetapi inklusif dan terbuka. Walaupun demikian, sifat fundamental diatas telah pula menciptakan suatu sistem ekonomi yang terdiri dari pelaku ekonomi, mekanisme transaksi, norma dan kesepakatan (“rule of the game”) yang khas, yang umumnya telah memfasilitasi ekonomi rakyat untuk survive dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi masyarakatnya.


Demikian artikel tentang Teks Eksposisi meliputi Pengertian Teks Eksposisi, Tujuan, Ciri-ciri & Struktur Teks Eksposisi, Jenis-Jenis / Macam-macam Teks Eksposisi, dan Contoh Teks Eksposisi beserta strukturnya. Semoga dapat menambah pengetahuan kita...

Friday, September 30, 2016

TEKS NEGOSIASI

Teks Negosiasi adalah pelajaran yang akan saya berikan kali ini untuk kalian semua. Teks negosiasi ini bianya kita temui pada pelajaran bahasa Indonesia kelas X SMA/MA. Yang akan kita bahas kali ini menegenai teks negosiasi yaitu antara lain pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan dan contoh teks negosiasi dan semoga materi yang akan saya berikan ini bisa bermanfaat untuk sobat semua.
teks negosiasi
teks ngeosiasi

Pengertian Teks Negosiasi
Tekas negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial antara satu orang dengan lainnya yang berfungsi untuk menetapkan keputusan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan berbeda. Kedua belah pihak dalam negosiasi ini memiliki hak atas hasil akhir. Hasil akhir dalam negosiasi ini memerlukan persetujuan kedua belah pihak sehingga terjadi proses saling memberi dan menerima sesuatu untuk mencapai kesepakatan bersama.

Struktur Teks Negosiasi
Tentu saja setiap teks mempunyai struktur, begitupun dengan teks negosiasi. Struktur teks negosiasi teridi atas pembukaan, isi, dan terakhir yaitu penutup. Untuk lebih jelasnya sobat bisa melihat penjelasannya dibawah ini.

  1. Pemubakaan, merupakan bagian awal dari sebuah negosiasi yang biasanya berisi kata salam atau sapa dan juga pengenalan diri.
  2. Isi, pada bagian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu penyampaian materi dan tawar menawar dan penyelesaian masalah. Penyampaian materi merupakan bagian yang berisi pertanyaan atau pemberitahuan mengenai objek atau permasalahan. Sedangkan tawar-menawar dan penyelesaian masalah adalah bagian dimana kedua belah pihak saling bernegosiasi hingga akhirnya mendapatkan suatu keputusan.
  3. Penutup, merupakan bagian akhir akhir dari teks negosiasi.
Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi
Negosiasi yang baik selalu memperlihatkan kaidah negosiasi. Adapun kaidah atau ciri kebahasaan teks negosiasi yang baik adalah sebagai berikut.
  1. Tidak menyajikan lebih dari tiga argumen dalam satu waktu.
  2. Mulai dengan argumen yang paling kuat dan didukung dengan fakta.
  3. Bangun argumen secara logis, rapat, mengikat, dan hati-hati.
  4. Jelaskan pandangan anda, buat kesimpulan dari pandangan tersebut, kemudian anda dapat mengatakan apabila anda tidak setuju dengan mitra negosiasi.
  5. Jabarkan kembali pokok bahasan pihak mitra negosiasi untuk menunjukan bahwa anda telah mengerti.
  6. Minta alasan dari pihak mitra negosiasi (mengapa ya/mengapa tidak).
  7. Jangan menyela argumentasi dari pihak mitra negosiasi, dengarkan, dan cari titik lemahnya.
Selain diatas, berikut beberapa ciri negosiasi dilihat dari segi isinya.
  1. Negosiasi menghasilkan kesepakatan, baik kedua belah pihak saling sepakat ataupun kedua belah pihak sepakat untuk tidak sepakat.
  2. Tiap-tiap pihak yang bernegosiasi memperjuangkan kepentingannya masing-masing.
  3. Negosiasi merupakan sarana untuk mencapai peneyelesaian.
  4. Negosiasi bertujuan praktis, yaitu mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Contoh Teks Negosiasi
Berikut akan saya berikan kepada sobat contoh teks negosiasi yang singkat untuk sobat yang diharapkan dapat membantu tugas bahasa indonesia kalian semua. Oke langsung saja mari kita simak contoh teks negosiasi singkat berikut.
A : Ada yang bisa saya bantu?.
B : Saya ingin pesan baju seperti ini (menyodorkan desain baju).
A : Oh desain ini ya, ukurannya untuk badan seperi bapak?
B : Iya.
A : Oh desain seperti ini kami beri harga 500rb.
B : Terlalu mahal itu, tidak bisa turun?.
A : Bisa, tapi turun pun hanya sedikit. Paling kita beri harga 450rb bagaiamana?
B : Baiklah saya setuju. Saya harap baju ini bisa selesai tepat waktu,
A : Kami selalu mengusahakan untuk tidak mengecewakan pembeli pak.

TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

Kali ini kita akan mempelajari Teks Prosedur Kompleks yang merupakan materi yang kita pelajari di kelas X SMA/MA. Nah adapun yang akan kita bahas kali ini mengenai teks prosedur kompleks yaitu mengenai pengertian, stuktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga contoh teks prosedur kompleks yang diharapkan dapat membantu tugas kalian semua,

Teks Prosedur Kompleks

Pengertian Teks Prosedur Kompleks
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prosedur berati tahap-tahap kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Jadi, sebuah teks prosedur memberi tahu kita bagaimana sesuatu dikerjakan melalui serangkaian langkah atau tindakan. Informasi dalam teks prosedur disajikan dengan urutan peristiwa yang logis.
Struktur Teks Prosedur Kompleks
Struktur teks merupakan bagian atau cara teks tersebut dibangun. Mungkin masih banyak yang belum tahu kalau struktur teks prosedur disusun oleh bagian tujuan, bagian material, dan diikuti oleh bagian langkah-langkah. Untuk lebih jelasnya bisa lihat dibawah.
  1. Bagian tujuan, berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul).
  2. Bagian material, berisi informasi tentang alat atau bahan yang dibutuhkan, namun tidak semua teks prosedur terdapat bagian ini (umumnya terdapat dalam resep masakan).
  3. Bagian langkah-langkah, berisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Bagian ini biasanya tidak dapat diubah urutannya.
Baca juga : Langkah penulisan teks prosedur dan hal yang harus diperhatikan.
Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks
Ciri kebahasaan yang ada pada teks prosedur adalah banyak terdapat konjungsi, adanya kalimat perintah, adanya kata kerja imperatif, verba material dan tingkah laku, dan juga partisipan manusia secara umum. Untuk lebih jelasnya lagi bisa lihat dibawah.
  1. Konjungsi, terdapat banyak sekali konjungsi pada teks prosedur yang menyatakan waktu (kegiatan), seperti kemudian, setelah itu, lalu, dan selanjutnya. Kata-kata seperti itu hadir sebagai konsekuensi dari langkah-langkah penggunaan sesuatu yang bersifat kronologis.
  2. Kata kerja imperatif (perintah), pada teks prosedur banyak dijumpai kalimat perintah. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah, banyak pula pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan.
  3. Verba material dan tingkah laku, verba material merupakan yang mengacu pada tindakan fisik sedangkan verba tingkah laku adalah tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.
  4. Partisipan manusia, dalam segi partisipan manusia secara umum kita cukup memeriksa apakah pada teks prosdur kompleks yang kita sunting terdapat partisipan manusia dan partisipan manusianya bukan secara khusus.
Contoh Teks Prosedur Kompleks
Prosedur Pemasangan Listirk secara Online
  1. Buka URL http://www,pln,co,id/pbpd/. Di sana Anda diharuskan mengisi data pelanggan dan data pemohon. Isilah dengan lengkap disertai alamat email dan juga nomor telepon yang dapat dihubungi.
  2. Jika Anda ingin berlangganan listrik pasca-bayar, daya listrik terendah yang diizinkan adalah 6.600 VA. Di bawah itu, Anda harus berlangganan listrik pra-bayar.
  3. Setelah mengisi data dan menyimpannya, sistem komputer PT PLN akan mengirimkan email pemberitahuan kepada email anda disertai nominal yang harus anda bayar disertai kode transaksi.
  4. Masukkan kode transaksi tersebut malalui form yang tersedia di http://www,pln,co,id/pbpd/konfirmasi,php.
  5. Sistem komputer PT PLN akan kembali mengirimkan email pemberitahuan kepada anda disertai nominal jumlah yang harus anda bayar Nomor Registrasi (kode bayar).
  6. Setelah itu, Anda harus melakukan pembayaran. Pembayaran dapat dilakukan di kantor pos, bank, ATM, dan loket resmi yang telah bekerjasama dengan PT PLN. Pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 30 hari setelah pendaftaran secara online.
  7. Untuk membayar lewat ATM, Anda dapat memilih ‘Pembayaran Listrik’, kemudian pilih ‘Non Taglis’. Anda cukup memasukkan 13 digit nomor registrasi, kemudian nama Anda akan tampil di layar dengan jumlah nominal yang harus Anda bayar.
  8. Pemasangan akan dilakukan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah pembayaran. Syaratnya, rumah tersebut tak jauh dari tiang listrik yang sudah berdiri serta telah terpasang instalasi listrik.
  9. Jika pada hari keenam belum juga terpasang, Anda bisa bertanya atau komplain ke hotline PT PLN di nomor 123.
  10. Untuk memeriksa status pendaftaran, Anda dapat memeriksanya di URL http://www.pln.co.id/pbpd/Status.php.
  11. Perlu diingat, PT PLN juga melarang Anda memberikan uang atau tip bagi petugas yang memasang sambungan listrik di rumah Anda.

PRESTASI BELAJAR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Pengertian Prestasi
Prestasi Belajar  tidak  dapat  dipisahkan  dari  kegiatan  belajar, karena  belajar  merupakan  suatu  proses,  sedangkan  prestasi  belajar adalah  hasil  dari  proses  pembelajaran  tersebut.  Bagi  seorang  anak belajar  merupakan  suatu  kewajiban.  Berhasil  atau  tidaknya  seorang anak  dalam  pendidikan  tergantung  pada  proses  belajar  yang  dialami oleh anak tersebut.


Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa Prestasi Belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok (Djamarah, 1994:19).
Kata  prestasi  berasal  dari  bahasa  Belanda “Prestasic” yang berarti  hasil  usaha.  Dalam  kamus  besar  Bahasa  Indonesia  Prestasi Belajar   didefinisikan  sebagai  hasil  penilaian  yang  diperoleh  dari kegiatan  persekolahan  yang  bersifat  kognitif  dan  biasanya  ditentukan melalui pengukuran dan penilaian.

Menurut  Wikipedia  Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Dari pengertian Prestasi tersebut, maka pengertian Prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang. Prestasi dapat dicapai dengan mengandalkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapai situasi segala aspek kehidupan.  Karakter orang yang berPrestasi adalah mencintai pekerjaan, memiliki inisiatif dan kreatif, pantang menyerah, serta menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Karakter-karakter tersebut menunjukan bahwa untuk meraih Prestasi tertentu, 


Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa Prestasi Belajar  dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
Prestasi merupakan kecakapan atau hasil kongkrit yang dapat dicapai pada saat atau periode tertentu. Berdasarkan pendapat tersebut, Prestasi dalam penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai siswa dalam proses pembelajaran.
Gambar siswa meraih prestasi

Pengertian Belajar
Belajar adalah aktifitas mental atau (Psikhis) yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara ndividu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relativ tetap dalam aspek-aspek : kognitif, psikomotor dan afektif. Perubahan tersebut dapat berubah sesuatu yang sama sekali baru atau penyempurnaan / penigkatan dari hasil belajar yang telah di peroleh sebelumnya.
Untuk memahami tentang pengertian belajar di sini akan diawali dengan mengemukakan beberapa definisi tentang belajar. Ada beberapa pendapat para ahli tentang definisi tentang belajar. Menurut Slavin dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan proses perolehan kemampuan yang berasal dari pengalaman. Menurut Gagne dalam Catharina Tri Anni (2004), belajar merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku.
Cronbach, Harold Spears dan Geoch dalam Sardiman A.M (2005:20) sebagai berikut :
1)   Cronbach memberikan definisi :“Learning is shown by a change in  behavior as a result of experience”.“Belajar adalah memperlihatkan perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman”.
2)   Harold Spears memberikan batasan:“Learning is to observe, to read, to initiate, to try something themselves, to listen, to follow direction”.Belajar adalah mengamati, membaca, berinisiasi, mencoba sesuatu sendiri, mendengarkan, mengikuti petunjuk/arahan.
3)   Geoch, mengatakan : “Learning is a change in performance as a result of practice”. Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil praktek.
Sedangkan menurut Bell-Gredler dalam Udin S. Winataputra (2008) pengertian belajar adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan aneka ragam competencies, skills, and attitude. Kemampuan (competencies), keterampilan (skills), dan sikap (attitude) tersebut diperoleh secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari masa bayi sampai masa tua melalui rangkaian proses belajar sepanjang hayat.
 
PELAJAR INDONESIA MERAIH PRESTASI BELAJAR TINGGI DENGAN MEMPEROLEH EMAS DI AJANG INTERNATIONAL BIOLOGY OLYMPIAD 2014

Belajar, merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia, dan berlansung seumur hidup (long live educational). Belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalu interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilakunya. Dengan demikian hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perubahan perilaku yang relative permanen pada diri orang yang belajar, perubahan tersebut diharapkan adalah perubahan perilaku positif.
Belajar dapat didifensikan sebagai suatu proses yang mana suatu kegiatan berasal atau berubah lewat reaksi dari suatu situasi yang dihadapi, dengan keadaan bahwa karaktarestik­karaktarestik dari perubahan aktivitas tersebut tidak dapat dijelaskan dengan dasar kecendrungan-kecendrungan reaksi asli, kematangan, atau perubahan sementara dari organisme. (Learning is theprocess by which an activity that the characteristics of the change in activity cannot be explained on the basis of native response tendencies, maturation, and temporary states of the organism) (Hilgard & Bower, 1996:2, dalam Jogiyanto, 2006:12).
Dari beberapa pengertian/definisi diatas dapat disimpulkan bahwa belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Juga belajar itu akan lebih baik kalau si subyek belajar itu mengalami atau melakukannya, jadi tidak bersifat verbalistik. Belajar sebagai kegiatan individu sebenarnya merupakan rangsangan-rangsangan individu yang dikirim kepadanya oleh lingkungan. Dengan demikian terjadinya kegiatan belajar yang dilakukan oleh seorang idnividu dapat dijelaskan dengan rumus antara individu dan lingkungan.
Menurut  Udin S. Winataputra (1995:2) dikemukakan bahwa learning (belajar) mengandung pengertian proses perubahan yang relative tetap dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Pengertian belajar juga dikemukakan oleh Slameto (2003:2) yakni belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Selaras dengan pendapat-pendapat di atas, Thursan Hakim (2000:1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dll. Hal ini berarti bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diperlihatkan dalam bentuk bertambahnya kualitas dan kuantitas kemampuan seseorang dalam berbagai bidang. Dalam proses belajar, apabila seseorang tidak mendapatkan suatu peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, maka orang tersebut sebenarnya belum mengalami  proses belajar atau dengan kata lain ia mengalami kegagalan di dalam proses belajar.
Pengertian Prestasi Belajar


Setiap pendidik tentu sangat mengharapkan anak didiknya agar berprestasi seoptimal mungkin baik pada jalur akademik maupun non akademi. Prestasi memiliki pengertian yang sangat luas. Apabila peserta didik dapat mencapai cita-cita atau minimal dapat menyelesaikan tugas dari guru maupun orang lain maka ia disebut berprestasi.

Prestasi Belajar banyak diartikan sebagai seberapa jauh hasil yang telah dicapai siswa dalam penguasaan tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam jangka waktu tertentu. Prestasi Belajar pada umumnya dinyatakan dalam angka atau huruf sehingga dapat dibandingkan dengan satu kriteria (Prakosa, 1991).

Prestasi Belajar Siswa  adalah  hasil  yang  telah  dicapai  dari  yang  telah dilakukan/dikerjakan  (Kamus  Besar  Bahasa  Indonesia,  2003:  895), sedangkan  menurut  Tu’u  (2004:75)  prestasi  belajar  adalah penguasaan pengetahuan  atau  keterampilan  yang  dikembangkan  oleh  mata pelajaran,  lazimnya  ditunjukkan  dengan  nilai tes  atau  angka  nilai  yang diberikan  oleh  guru.  Menurut  Sukmadinata  (2003:  101),  “Prestasi Belajar   adalah  realisasi  atau  pemekaran  dari  kecakapa-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang”.

Prestasi Belajar kemampuan seorang dalam pencapaian berfikir yang tinggi. Prestasi Belajar harus memiliki tiga aspek, yaitu kognitif, affektif dan psikomotor. Prestasi Belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya pada seorang anak dalam pendidikan baik yang dikerjakan atau bidang keilmuan. Prestasi Belajar dari siswa adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa yang didapat dari proses pembelajaran. Prestasi Belajar adalah hasil pencapaian maksimal menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap sesuatu yang dikerjakan, dipelajari, difahami dan diterapkan.
Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa Prestasi Belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka Prestasi Belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa Prestasi Belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.
Prestasi Belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. Jadi Prestasi Belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Prestasi Belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan.
Prestasi Belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes Prestasi Belajar. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes Prestasi Belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar. Testing pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tes Prestasi Belajar berupa tes yang disusun secara terrencana  untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes Prestasi Belajar dapat berbentuk ulangan harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan ebtanas dan ujian-ujian masuk perguruan tinggi.Pengertian Prestasi Belajar adalah sesuatu yang dapat dicapai atau tidak dapat dicapai. Untuk mencapai suatu Prestasi Belajar siswa harus mengalami proses pembelajaran. Dalam melaksanakan proses pembelajaran siswa akan mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.


Maryanto (dalam Yulita, 2008) mengatakan bahwa seseorang yang telah berusaha untuk mencapai tujuannya dan berhasil, maka orang itu dinyatakan berprestasi. Lebih lanjut Maryanto menyatakan bahwa seseorang dinyatakan berprestasi bila mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagi orang lain, mampu melakukan sesuatu dengan baik dalam segala hal, membuat impian menjadi kenyataan dan mampu menghentikan kebiasaan buruk.
Prestasi belajar siswa adalah kecakapan yang sesungguhnya atau hasil yang diperoleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar pada periode tertentu (Nurkancana, dalam Sukiaiyana 2003).

Menurut Purwadarminto (dalam Yulita, 2008) prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan
Prestasi Belajar Siswa adalah hasil yang dicapai seseorang dalam pengusasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan dalam pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan tes angka nilai yang diberikan oleh guru ( Asmara. 2009 : 11).
TIM OLIMPIADE BIOLOGI INDONESIA MERAIH PRESTASI BELAJAR TINGGI DENGAN MEMPEROLEH EMAS DAN PERAK PADA AJANG INTERNATIONAL BIOLOGY OLYMPIAD (IBO) 2013

Menurut Hetika ( 2008: 23 ), Prestasi Belajar adalah pencapaian atau kecakapan yang dinampakkan dalam keahlian atau kumpulan pengetahuan. Sedangkan Harjati ( 2008: 43 ), menyatakan bahwa Prestasi merupakan hasil usaha yang dilakukan dam menghasilkan perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukkan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu.

Menurut Sutratinah Tirtonegoro (1984 : 4), mengemukakan bahwa : Prestasi Belajar  adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak didik dalam periode tertentu.
Haditomo dkk (1980 : 4), mengatakan “Prestasi Belajar  adalah kemampuan seseorang sebagai hasil belajar".  Dewa Ketut Sukardi (1983 : 51), menyatakan “Untuk mengukur Prestasi Belajar  menggunakan tes prestasi yang dimaksud sebagai alat untuk mengungkap kemampuan aktual sebagai hasil belajar atau learning”. Menurut Sumadi Suryabrata (1987 : 324), “Nilai merupakan perumusan terakhir yang dapat diberikan oleh guru menganai kemajuan atau Prestasi Belajar  Siswa selama masa tertentu”. Dengan nilai rapor, kita dapat mengetahui Prestasi Belajar  Siswa. Siswa yang nilai rapornya baik dikatakan prestasinya tinggi, sedangkan yang nilainya jelek dikatakan Prestasi Belajar nya rendah.
Belajar yang efektif dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan Prestasi Belajar yang baik perlu diperhatikan kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal dalah kondisi atau situasi yang ada dalam diri siswa, seperti kesehatan, keterampilan, kemapuan dan sebaginya. Kondisi eksternal adalah kondisi yang ada di luar diri pribadi manusia, misalnya ruang belajar yang bersih, sarana dan prasaran belajar yang memadai.
Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh akan membentuk kepribadian siswa, memperluas kepribadian siswa, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan kemampuan siswa. Bertolak dari hal tersebut maka siswa yang aktif melaksanakan kegiatan dalampembelajaran akan memperoleh banyak pengalaman. Dengan demikian siswa yang aktif dalam pembelajaran akan banyak pengalaman dan Prestasi Belajarnya meningkat. Sebaliknya siswa yang tidak aktif akan minim/sedikit pengalaman sehingga dapat dikatakan Prestasi Belajarnya tidak meningkat atau tidak berhasil.
Pengertian tentang Prestasi BelajarPrestasi Belajar diartikan sebagai tingkat keterkaitan siswa dalam proses belajar mengajar sebagai Hasil evaluasi yang dilakukan guru. Menurut Sutratinah Tirtonegoro (1984 : 4), mengemukakan bahwa : Prestasi Belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak didik dalam periode tertentu.
Menurut Siti Partini (1980 : 49), “Prestasi Belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang dalam kegiatan belajar”. Sejalan dengan pendapat dicapai oleh seseorang dalam kegiatan belajar”. Sejalan dengan pendapat itu Sunarya (1983 : 4) menyatakan “Prestasi Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang merupakan ukuran keberhasilan siswa”. Haditomo dkk (1980 : 4), mengatakan “Prestasi Belajar adalah kemampuan seseoran Dewa Ketut Sukardi (1983 : 51), menyatakan “Untuk mengukur Prestasi Belajar menggunakan tes Prestasi yang dimaksud sebagai alat untuk mengungkap kemampuan aktual sebagai hasil belajar atau learning”. Menurut Sumadi Suryabrata (1987 : 324), “Nilai merupakan perumusan terakhir yang dapat diberikan oleh guru menganai kemajuan atau Prestasi Belajar siswa selama masa tertentu”. Dengan nilai rapor, kita dapat mengetahui Prestasi Belajar siswa. Siswa yang nilai rapornya baik dikatakan Prestasinya tinggi, sedangkan yang nilainya jelek dikatakan Prestasi Belajarnya rendah.
Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa Prestasi Belajar adalah keberhasilan yang dapat dicapai siswa yang terlihat dari pengetahuan, sikap, dan keahlian yang dimilikinya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang tentu ada faktor yang mempengaruhinya, baik yang cenderung mendorong maupun menghambat. Demikian juga yang dialami dalam belajar. Ahmadi, (dalam Yulita, 2008) menyatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, diantaranya:

1) Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa, yang   terdiri dari:
a) Faktor intelegensi
Dalam arti sempit intelegensi dapat diartikan kemampuan untuk mencapai prestasi. Intelegensi memegang peranan penting dalam mencapai prestasi.
b) Faktor minat
Minat adalah kecendrungan yang mantap dalam diri seseorang untuk merasa tertarik terhadap suatu tertentu.
c) Faktor keadaan fisik dan psikis
Keadaan fisik berkaitan dengan keadaan pertumbuhan, kesehatan jasmani, keadaan alat-alat indera dan sebagainya. Keadaan psikis berhubungan dengan keadaan mental siswa.
2) Faktor  eksternal
Faktor eksternal adalah faktor dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi prestasi belajar.  Ada beberapa faktor eksternal yaitu:
a) Faktor Guru
Guru betugas membimbing, melatih, mengolah, meneliti, mengembangkan dan menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar.
b) Faktor lingkungan keluarga
Keluarga sangat berpengaruh terhadap kemajuan prestasi belajar, karena kebanyakan waktu yang dimiliki perserta didik ada di rumah. Jadi, banyak ada kesempatan untuk belajar di rumah.
Keterlibatan orang tua patut diperhitungkan dalam usaha memelihara motivasi belajar pesera didik. Dalam suatu studi mengenai prestasi belajar, ditemukan hubungan yang kuat antara keterlibatan orang tua dan prestasi belajar (Haster dalam Suwatra 2007).
c) Faktor sumber belajar
Sumber belajar dapat berupa media atau alat bantu belajar serta bahan buku penunjang. Alat bantu belajar adalah semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam belajar. Belajar akan lebih menarik, kongkret, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga serta hasilnya lebih bermakna.
Sejalan dengan pendapat di atas, Dimyati Mahmud (1989 : 84-87), mengatakan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar siswa mencakup : “faktor internal dan faktor eksternal”. sebagai berikut :
Faktor Internal
Faktor internal atau Faktor yang berasal dari siswa adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri, yang terdiri dari N. Ach (Need For Achievement) yaitu kebutuhan atau dorongan atau motif untuk berPrestasi. Faktor ini meliputi motivasi, perhatian pada mata pelajaran yang berlangsung, tingkat peneirmaan dan pengingatan bahan, kemampuan menerapkan apa yang dipelajari, kemampuan mereproduksi dan kemampuan menggeneralisasi. Faktor internal lain adalah :a.  fisiologi yang berupa kondisi fisik dan kondisi pancaindra, b.  Psikologi yang berupa bakat, minat, kecerdasan, motivasi dan kemampuan kognitif. 
Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar si pelajar. Hal ini dapat berupa sarana prasarana, situasi lingkungan baik itu lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Menurut pendapat Rooijakkersyang diterjemahkan oleh Soenoro (1982 : 30), mengatakan bahwa “Faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar adalah faktor yang berasal dari si pelajar, faktor yang berasal dari si pengajar”. Faktor dari luar ini merupakan faktor yang berasal dari luar si pelajar (siswa) yang meliputi : a. lingkungan alam dan lingkungan social; b.  instrumentasi yang berupa kurikulum, guru atau pengajar, sarana dan fasilitas serta administrasi.
Faktor dari dalam
Termasuk faktor eksternal meliputi kemampuan membangun hubungan dengan si pelajar, kemampuan menggerakkan minat pelajaran, kemampuan memberikan penjelasan, kemampuan menyebutkan pokok-pokok masalah yang diajarkan, kemampuan mengarahkan perhatian pada pelajaran yang sedang berlangsung, kemampuan memberikan tanggapan terhadap reaksi. Dari pendapat Rooijakkers tentang faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar siswa dapat diberikan kesimpulan bahwa Prestasi siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari diri pelajar dan faktor yang berasal dari si pengajar (guru).
Dari beberapa pendapat para ahli tersebut di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Prestasi belaajr siswa secara umum dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang pertama berasal dari dalam diri siswa itu sendiri dan faktor yang kedua berasal dari luar diri siswa yang sedang melakukan proses kegiatan belajar.
Sejalan dengan di atas Slameto (2003: 54-72) juga mengungkapkan bahwa  faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
a.      Faktor internal yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, faktor intern terdiri dari: 1) Faktor jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh)
Faktor psikologis (inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan);2) Faktor kelelahan
b.      Faktor eksternal, yaitu faktor dari luar individu. Faktor ekstern terdiri dari: 1) Faktor keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang  kebudayaan). 2) Faktor sekolah (metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar belajar diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah 3) Faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat).

Ibrahim (dalam Sukiaiyana 2003) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: bahan yang akan dipelajari, faktor lingkungan, faktor instrumental, dan kondisi pelajar.
Pendapat tersebut didukung oleh pendapat yang diungkapkan Suryabrata, (dalam Surya Wijaya 2009) yang mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu:
1) Faktor dari luar yang terdiri dari faktor lingkungan dan faktor instrumental.

2) Faktor dari dalam yang terdiri dari fisiologis (minat, bakat, kecerdasan, motivasi, dan kemampuan kognitif).
Sedangkan Muhibbin Syah (2006: 144) mengungkapkan bahwa bahwa Prestasi Belajar siswa dipengaruhi oleh setidaknya tiga faktor yakni:
a.      Faktor internal yaitu faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, faktor intern terdiri dari: 1) Faktor jasmaniah yang meliputi kesehatan dan cacat tubuh; 2) Faktor psikologis yang meliputi tingkat inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan; dan 3) Faktor kelelahan.
b.      Faktor eksternal, yaitu faktor dari luar individu. Faktor ekstern terdiri dari:1) Faktor keluarga yaitu cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar belakang kebudayaan; 2) Faktor dari lingkungan sekolah yaitu metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar belajar diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah; 3) Faktor masyarakat yaitu kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.
c.       faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan  pembelajaran  materi-materi pelajaran.
Berdasarkan pendapat di atas diperoleh kesimpulan bahwa prestasi  belajar bukan saja dipengaruhi oleh siswa tetapi juga oleh faktor dari luar diri siswa.

Pada dasarnya sasaran belajar merupakan konsep penting dalam proses pembelajaran. Secara teoritis sasaran pembelajaran mencakup tiga aspek yaitu mengembangkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Namun dalam kenyataannya hal itu bukanlah suatu hal yang terpisah sama sekali. Maka dari itu tidak tertutup kemungkinan untuk mengembangkan aspek-aspek tersebut secara bersama dalam suatu unit pembelajaran.
Dalam penelitian Emrizal Amri dalam Yani Setyowati (2002:22) mengemukakan, ada tiga jenis prestasi belajar, yaitu :
1) Total prestasi belajar, yaitu tingkat keberhasilan siswa dalam belajar secara keseluruhan. Prestasi ini mencerminkan kemampuan siswa untuk mengingat kembali fakta-fakta dan konsep-konsep serta memahami hubungan antara suatu fakta dengan yang lainnya, suatu konsep dengan konsep lainnya, maupun mengerti kaitan antara fakta dan fakta lain. Hal tersebut dideteksi melalui tingkat kecepatan siswa menjawab seluruh pertanyaan dalam setiap unit pelajaran yang telah dibahas.
2) Prestasi belajar mengingat fakta dan konsep, yaitu tingkat keberhasilan siswa mempelajari suatu mata pelajaran, khususnya dalam aspek mengingat fakta dan konsep. Prestasi ini adalah cerminan dari kemampuan siswa untuk mengingat kembali. Hal ini diukur melalui menjawab pertanyaan yang bersifat faktual
3) Prestasi belajar memahami fakta dan konsep, yaitu keberhasilan siswa mempelajari suatu mata pelajaran khususnya dalam aspek pemahaman fakta dan konsep.Ini dicermikan melalui kemampuan siswa memahami.
Menurut Bloom dalam Dimyati dan Mudjiono (2006 : 26-27) mengklasifikasikan prestasi belajar dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, danpsikomotorik. Prestasi belajar dalam ranah kognitif terdiri dari enam kategori yaitu : pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.
1) Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Hubungan antara fakta dan konsep mata pelajaran. Hal ini dideteksi melalui keberhasilan menjawab tes dalam aspek pemahaman. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori, prinsip, atau metode.
2)    Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang telah dipelajari 3) Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru, misalnya menggunakan prinsip
4)   Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik, misalnya mengurangi masalah menjadi bagian yang lebih kecil.
5)   Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru, misalnya kemampuan menyusun suatu program kerja
6)   Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu, misalnya kemampuan menilai hasil karangan.
Keenam jenis perilaku di atas bersifat hierarkis, artinya perilaku pengetahuan tergolong rendah, dan perilaku evaluasi tergolong tertinggi.
Ranah afektif terdiri dari lima perilaku, yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian dan penentuan sikap, organisasi, dan pembentukan pola hidup.
1) Penerimaan, yang mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan memperhatikan hal tersebut, misalnya kemampuan mengakui perbedaan pendapat.
2) Partisipasi, yang mencakup kerelaan, kesediaan memperhatikan, dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan, misalnya mematuhi aturan, dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
3) Penilaian dan penentuan sikap, yang mencakup menerima suatu nilai, menghargai, mengakui, dan menetukan sikap. Misalnya menerima suatu pendapat orang lain
 4) Organisasi, yang mencakup kemampuan membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan hidup. Misalnya menempatkan nilai dalam suatu skala nilai dan dijadikan pedoman bertindak secara bertanggung jawab.
5) Pembentukan pola hidup, yang mencakup kemampuan menghayati nilai dan membentuknya menjadi pola nilai kehidupan pribadi. Misalnya kemampuan mempertimbangkan dan menunjukkan tindakan yang berdisiplin.
Kelima jenis perilaku tersebut tampak mengandung tumpang tindih dan juga berisi kemampuan kognitif. Kelima jenis perilaku tersebut bersifat hierarkis. Perilaku penerimaan merupakan jenis perilaku perilaku terendah dan perilaku pembentukan pola hidup merupakan jenis perilaku tertinggi.
Menurut Simpson dalam Dimyati dan Mudjiono (2006 : 29-30) membagi ranah psikomotorik menjadi tujuh jenis perilaku, yaitu : persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan kreativitas.
1) Persepsi, yang mencakup kemampuan memilah-milahkan (mendeskriminasikan) hal-hal secara khas, dan menyadari adanya perbedaan yang khas tersebut. Misalnya pemilahan warna, angka 6 (enam) dan 9 (sembilan).
2) Kesiapan, yang mencakup kemampuan penempatan diri dalam keadaan di mana akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan. Kemampuan ini mencakup jasmani dan rohani. Misalnya posisi start lomba lari.
 3) Gerakan terbimbing, mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuai contoh, atau gerakan peniruan. Misalnya meniru gerak tari, membuat lingkaran di atas pola.
 4) Gerakan yang terbiasa, mencakup kemampuan melakukan gerakangerakan tanpa contoh. Misalnya melakukan lompat tinggi dengan tepat.
 5) Gerakan kompleks, yang mencakup kemampuan melakukan gerakan atau ketrampilan yang terdiri dari banyak tahap, secara lancar, efisien, dan tepat. Misalnya bongkar pasang peralatan secara tepat.
 6) Penyesuaian pola gerakan, yang mencakup kemampuan mengadakan perubahan dan penyesuaian pola gerak-gerik dengan persyaratan khusus yang berlaku. Misalnya ketrampilan bertanding.
7) Kreativitas, mencakup kemampuan melahirkan pola gerak-gerak yang baru atas dasar prakarsa sendiri. Misalnya kemampuan membuat tari kreasi baru.
Ketujuh jenis perilaku tersebut mengandung urutan taraf ketrampilan yang berangkaian. Kemampuan-kemampuan tersebut merupakan urutan fase-fase dalam proses belajar motorik yang bersifat hierarkikal. Belajar berbagai kemampuan gerak dapat dimulai dengan kepekaan memilah-milah sampai dengan kreativitas pola gerak baru. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan psikomotorik mencakup kemampuan fisik dan mental.

Teks Anekdot

Teks Anekdot Contoh teks anekdot, ciri-ciri dan struktur lengkap | Inilah contoh teks anekdot yang paling banyak dicari dan digunakan ole...